Review Drama Korea : Arthdal Chronicles

0 Comments

arthdal chronicles

Drama Korea seakan tidak pernah kehabisan ide-ide kreatif dalam menyajikan sebuah drama. Apa saja mungkin terjadi didalam setiap ceritanya. Sesuatu yang mustahil, bisa ditampilkan dengan baik sehingga menyenangkan untuk disaksikan. Mulai dari jatuh cinta dengan alien, hidup di dunia komik dan beberapa imajinasi lainnya. Di antara banyaknya tema drama Korea tersebut, ada satu judul yang memiliki jalan cerita cukup berbeda. Meskipun sama-sama bergenre fantasi, drama satu ini akan membawa Anda mundur ke ribuan tahun silam. di saat dunia dan seisinya masih jauh dari kata modern.

Judul drama yang dimaksud adalah Arthdal Chronicles. Tayang tahun 2019 lalu, drama ini dibintangi oleh banyak bintang papan atas Korea Selatan. Salah satunya adalah Song Joong Ki. Penasaran dengan peran Joong Ki di drama ini? Kami akan menyajikan sinopsis beserta reviewnya untuk Anda.

Sinopsis

Tanggal Tayang : Part 1&2 ( 1 Juni 2019 – 7 Juli 2019 ), Part 3 ( 7 September 2019 – 22 September 2019 )
Genre : Fantasi Romance
Jumlah Episode : 18 Episode
Sutradara : Kim Won Seok
Penulis : Kim Young Hyun, Park Sang Yeon
Pemain : Jang Dong Gun, Song Joong Ki, Kim Ji Won, Kim Ok Vin, Choo Ja Hyun
Saluran Penayangan : tvN, Netflix ( Internasional )
Negara : Korea Selatan

Arthdal Chronicles bercerita tentang sebuah negeri fiktif, sebuah dunia mitologi yang berlangsung di zaman kuno bernama Arthdal. Di sana hidup berbagai suku dengan keahlian, aturan, kepercayaan serta karakteristik yang berbeda-beda. Konflik di Negeri Arthdal pun bermula karena pertikaian antara Suku Neanthal dan Suku Saram. Suku Neanthal memiliki darah serta bibir berwarna biru. Mereka pandai berburu dan hidup dekat dengan alam. Sementara Suku Saram memiliki darah merah, ahli dalam bercocok tanam tetapi tidak bisa bermimpi saat tidur.

Pemimpin Suku Saram mengajukan sebuah tawaran pada Suku Neanthal untuk bergabung. Mereka menawarkan hasil bumi pada Suku Neanthal. Namun, mereka meminta tanah yang ditinggali Suku Neanthal sebagai penggantinya. Tawaran tersebut ditolak oleh Neanthal. Penolakan tersebut membuat Suku Saram marah. Mereka kemudian menyusun sebuah rencana jahat untuk menghabisi Suku Neanthal dengan mengutus Asa Hon (Choo Ja Hyun).

Tanpa sepengetahuannya, Asa Hon diminta menyerahkan hadiah yang ternyata berisi bibit penyakit. Tujuannya tentu saja untuk melenyapkan Neanthal dan keturunannya. Saling membalas pun dilakukan antara kedua suku ini. Tagon (Jang Dong Gun) sebagai salah satu anak pemimpin Suku Saram memerintahkan untuk membunuh anggota Suku Neanthal yang masih tersisa. Beruntung Asa Hon masih bisa selamat. Bersama Ragaz (Yoo Teo), Asa Hon memutuskan pergi meninggalkan tanah dan klan leluhurnya. Dia merawat bayi-bayi Suku Neanthal yang tersisa. Wanita itu kemudian memiliki seorang anak bernama Eun Seom (Song Joong Ki).

Eun Seom lahir dengan bibir dan darah berwarna ungu. Mereka mengenalnya sebagai identitas Suku Igutu, yaitu darah campuran antara Neanthal dan Saram. Eun Seom lahir dengan takdir membawa bencana bagi Negeri Arthdal. Beberapa tahun pun berlalu Eun Seom yang sudah dewasa tinggal bersama Suku Wahan di Yiark. Mereka adalah suku yang hidup bebas dan terasing. Berbeda dengan kebanyakan Suku Wahan, Eun Seom bisa bermimpi dalam tidur dan berbakat dalam menanam.

Di sana, hanya Tan-Ya (Kim Ji Won) yang bersikap baik pada Eun Seom. Tan-Ya merupakan anak kepala Suku Wahan. Dia lahir di hari yang sama dengan Eun Seom, yaitu saat komet Azure muncul. Sebagai anak kepala suku, Tan-Ya didaulat sebagai calon pemimpin atau tetua. Dia juga diramal akan membawa perubahan pada sukunya. Jauh di tanah Suku Saram, Tagon mendapat tugas baru dari sang ayah. Dia diperintahkan menangkap siapa pun yang berdiam di Yiark dan menjadikan mereka sebagai pekerja di tanah pertanian milik tanah Suku Saram. Sebagai penghuni Lark, Suku Wahan menjadi target Saram selanjutnya. Mereka akhirnya dibantai dan dijadikan budak oleh Saram, termasuk Tan-ya.

Drama dengan Budget Luar Biasa

Sebagai drama pertama di Korea Selatan dengan genre high fantasy, Arthdal Chronicles dibuat dengan budget yang luar biasa. Setidaknya sebanyak 54 miliar Won digelontorkan. Jika dirupiahkan, angkanya menyentuh Rp 630 miliar. Efek-efek khusus CGI yang digunakan untuk menunjang ke-epic-an jalan cerita, serta proses shooting yang dilakukan di Brunei dan Korea Selatan, disinyalir menjadi penyebab biaya produksi membumbung tinggi. Tidak heran jika Arthdal Chronicles meraih perhatian dan hati masyarakat; dilihat dari ratingnya yang memuaskan. Bila Anda menggemari serial HBO berjudul Game of Thrones, kemungkinan besar Anda akan menyukai Arthdal Chronicles. Cerita tentang kehidupan para suku yang saling berebut kekuasaan, trik dan tipu daya serta pengorbanan menjadi plot utama.

Tertarik untuk menontonnya? Ayo segera karena dijamin tidak akan kecewa!

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published.